apa yang allah kehendaki untuk kamu ubah
SesungguhnyaAllah Telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu membutuhkanya ( QS Al An’am :119 ) KAIDAH KETUJUH Setiap hal yang dilarang itu dibolehkan jika dalam kondisi yang darurat, tetapi sesuai dengan kadar yang dibolehkan saja untuk menghilangkan darurat itu [kondisi bahaya tidak
Sebenarnyabanyak cara yang bisa kita lakukan untuk menambah keimanan, di antaranya dengan menuntut ilmu, karena dengan ilmu itu akan mengantarkan orang untuk tahu akan Tuhannya. Allah berfirman: ''Sesungguhnya Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.'' QS Annur [24]: 53). Cara lain adalah dengan membaca, menelaah, mentadaburi
4 Merasa Cukup (Qana’ah) Cara bersyukur kepada Allah yang harus dilakukan dan diajarkan kepada anak yaitu harus selalu qana’ah atau selalu merasa cukup atas apa yang dimiliki tanpa memandang kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain. Manusia pada dasarnya memang selalu merasa kurang sehingga kita harus mengendalikannya.
seratusbiji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha . mengetahui.” (QS: Al-Baqarah: 261). “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.
Disadurdari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 5 Februari 201 7 Bac a: 2 Korintus 5:1-10 " Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." 2 Korintus 5:10 Banyak orang berpikir bahwa hidup di dunia
Une Rencontre Qui A Changé Ma Vie. Maksudku ialah hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah kubuat dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh
Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir? Ilustrasi perempuan berdoa FreepikDoa-doa yang kita panjatkan adalah wujud penyerahan diri kepada Allah SWT atas semua persoalan yang kita hadapi. Yakinlah bahwa doa akan mengubah takdir seseorang dari suatu takdir ke takdir yang lain, sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis berikut iniلا يؤد القدر إلا بالدعاء ولا يزيد العمر إلا البر وإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبهArtinya “Takdir yang akan menimpa seseorang tidak bisa ditolak kecuali dengan doa, umur seseorang tiada bertambah kecuali dengan melakukan kebaikan, dan rezeki kebaikan akan diharamkan kepada seseorang karena dosa yang dilakukannya.” HR. Ibnu Majah & TirmidziAl-Mubarakfury dalam Tuhfatul Ahwazi mengatakan bahwa takdir merupakan sesuatu yang telah ditetapkan Allah Swt. Pertanyaannya, jika takdir telah ditetapkan benarkah bisa berubah? Bukankah takdir seseorang telah ditetapkan ketika manusia berumur empat bulan di kandungan?Menurut penulis kitab syarah sunan Tirmidzi itu, ketetapan Allah itu ada dua macam yaitu qadha dan qadr. Dalam bahasa Indonesia, keduanya memiliki makna yang sama yaitu takdir. Sementara dalam bahasa arab keduanya mengandung makna adalah ketentuan Allah yang sudah ditetapkan atas perkara yang telah terjadi, ia merupakan iradahAllah yang bersifat azali tidak bisa berubah. Sementara Qadr disebut juga Qadha ghaira mubram yakni takdir yang bisa berubah atau qadha muallaq yakni takdir yang diikuti sebab. ini adalah takdir yang belum terjadi dan masih bisa diubah, salah satunya dengan doa. Keterangan tersebut juga dijelaskan oleh Imam Manawi dalam Faidhul Qadir. Penjelasan ini juga terkait dengan firman Allah berikut iniيَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِArtinya ; Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab Lauh mahfuzh. QS. Ar-Ra’d ayat 39Maka Allah Swt kuasa untuk mengubah takdir seseorang jika Dia menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Dia bisa saja memanjangkan umur seseorang sebab amal baiknya, seperti itu, perbanyaklah doa kepada-Nya, jika Ia berkehendak maka segalanya bisa menjadi mungkin. Bahkan mungkin musibah yang menanti akan tertolak dan diganti dengan takdir lain sesuai dengan doa yang kita panjatkan. Inilah pemahaman yang harus kita klik di sini
“Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya, segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita. Mulailah menerima dengan lapang hati. Karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak. Tidak peduli, Nah. Kabar baiknya, karena kita tidak bisa mengendalikannya, bukan berarti kita jadi makhluk tidak berdaya. Kita tetap bisa mengendalikan diri sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah bersedia menerimanya, atau mendustakannya.” “….boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui,sedang kamu tidak mengetahui”QS Al-Baqarah 216 Setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan pasti punya sesuatu yang ia inginkan. Sebutlah cita-cita’, terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi, tapi tahukah kamu itu semua sudah skenario Allah? Rintik Sedu seorang penulis era milenial pernah bilang di salah satu podcast nya berjudul Semesta Enggak Pernah Ingkar Janji “kalau orang lain berhasil, itu bukan salah dia, bukan salah kita juga, ya itu sudah begitu jalannya Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya juga pernah bilang dan menganalogikan “Keinginan anda ke ITB tapi kemudian beloknya ke UNPAD bagaimana memakainya? perhatikan!, kadang jalan kehidupan yang telah Allah tetapkan bukan harus menetukan hasil sesuai dengan apa yang ada inginkan, tapi Allah menetapkan sesuai dengan apa yang anda butuhkan” ungkap adi hidayat dalam ceramahnya jika sesuatu tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, itu bukan berarti Allah ga sayang kita mba/kang. Tapi karena Allah tahu apa yang terbaik buat kita. ” Kita diwajibkan belajar , bukan diwajibkan menjadi pintar.. Kita diwajibkan bekerja , bukan diwajibkan untuk berhasil.. Kita diwajibkan berikhtiar semampu kita , tapi tak diwajibkan meraih sesuai keinginan kita.. Sehebat apapun manusia , ia tetap tak mampu menghalangkan kuasa allah.. ALLAH MEMBERIKAN YANG KITA BUTUHKAN , BUKAN YANG KITA INGINKAN ” alhikmahdua
33 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti C. Memahami Makna Perubahan Diri Jawablah pertanyaan berikut ini 1. Apa yang kamu ketahui tentang perubahan diri? Apa yang berubah? 2. Perubahan apa yang dialami Saulus sebelum dia menjadi Paulus? 3. Apa yang Allah kehendaki untuk kamu ubah? Jawablah pertanyaan berikut ini 1. Apa yang dilakukan oleh perempuan itu? 2. Kapan dia menyadari kekeliruannya? 3. Sikap dan perubahan apa yang seharusnya dia lakukan? B. Cerita Alkitab Bacalah Kisah Para Rasul 91-19 Paulus memiliki nama asli Saulus. Ia seorang Yahudi yang sangat setia mempertahankan hukum Taurat agama Yahudi. Dengan segenap kemampuannya, ia berusaha membaca semua aturan yang dikeluarkan oleh imam besar. Waktu itu, banyak pengikut Kristus dicari oleh imam-imam besar untuk dianiaya, dimasukkan dalam penjara, dan ada yang dibunuh. Saulus adalah seorang pemuda yang sangat membenci pengikut Kristus. Karena itu, ia menjadi salah satu pemimpin pasukan orang-orang yang mengejar dan menyiksa orang-orang Kristen. Suatu hari, Saulus meminta surat kuasa kepada imam besar untuk mengejar dan membunuh para pengikut Kristus. Ketika dalam perjalanan ke Damsyik untuk mencari pengikut Yesus, tiba-tiba Saulus disinari cahaya yang sangat besar sehingga Saulus menjadi buta karena cahaya itu. Tiba-tiba, dari dalam cahaya itu, terdengarlah suara yang memanggil Saulus, kata-Nya “Saulus, Saulus, mengapa Engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Jawab-Nya, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu. Sekarang, bangunlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana engkau akan bertemu dengan seorang murid Kristus yang bernama Ananias.” Lalu Saulus ke Damsyik dan bertemu dengan Ananias. Ananias menumpangkan tangan atas Saulus dan berkata, “Saudaraku Saulus, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri di jalan yang Engkau lalui, Dia menyuruh aku kepadamu supaya kamu dapat melihat dan penuh dengan Roh Kudus.” Seketika itu juga Saulus dapat melihat dan ia dibaptis. Setelah Saulus bertobat, namanya diubah menjadi Paulus. Paulus menjadi terkenal sebagai pengikut Yesus yang mewartakan Injil ke seluruh kota, terutama di kota Roma. Ia meninggalkan kebiasaan buruknya menjadi murid kristus yang menceritakan kebenaran Allah ke seluruh dunia. Saulus adalah tokoh yang mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Merasa diri paling benar kemudian menyalahkan orang lain dan menyiksanya. Saulus tidak menyukai orang Kristen karena menurutnya orang Kristen adalah orang-orang yang melanggar hukum Taurat, karena itu pantas untuk dihukum atau disiksa. Saulus merasa memiliki hak untuk menghakimi orang Kristen. Namun Tuhan tetap menyayangi Saulus. Itulah sebabnya Tuhan tidak membalas kejahatan Saulus meskipun Saulus sangat jahat. Saulus diberi kesempatan untuk berubah. Tuhan menemui Saulus melalui penampakan dan mengubah hidup Saulus. Saulus berubah dan bertobat. Ia menyadari kesalahannya. Kini ia menjadi manusia baru dan namanya adalah Paulus. T ID A K U N T U K D IG A N D A K A N 34 Kelas V SD D. Proses Perubahan Diri
apa yang allah kehendaki untuk kamu ubah